Umum
FFPM 2026 Konsolidasikan Strategi Penguatan Fasilitas Produksi Migas
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 21.46

Bagikan artikel ini. URL telah disalin. Oleh Elga Nurmutia, CNBC Indonesia, 03 September 2026, 21:46 WIB. Jakarta, CNBC Indonesia - Penyelenggaraan Forum Fasilitas Produksi Migas (FFPM) 2026 sukses berjalan selama tiga hari, mulai tanggal 1 hingga 3 September 2026. Mengusung tema "Memastikan Pasokan Energi Melalui Fasilitas Produksi dan Infrastruktur", FFPM 2026 menjadi wadah untuk mempertemukan para pemangku kepentingan di industri minyak dan gas bumi.
Melalui forum tersebut, para pembicara membahas penguatan ketahanan energi melalui fasilitas produksi dan infrastruktur pendukung. Agenda hari terakhir difokuskan pada konsolidasi, sementara pembahasan selama dua hari sebelumnya meliputi IAFMI Innovation Award, Business Forum, dan seremoni penutupan.
Agenda hari ketiga diawali dengan IAFMI Innovation Award yang menghadirkan Harmadi dari PT Pertamina EP Cepu, Pri Januar Gusnawan dari Departemen Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung, serta Rokhmatulloh dari JOB Pertamina Medco E&P Sulawesi sebagai juri Innovation Award.
Untuk diketahui, Innovation Award merupakan salah satu rangkaian kegiatan FFPM yang telah diselenggarakan secara berturut-turut sejak tahun 2023. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong lahirnya inovasi dan solusi teknis dalam menjawab tantangan industri migas, sekaligus menjadi wadah berbagi pengetahuan dan penerapan teknologi yang mendukung keandalan, efisiensi, serta keberlanjutan fasilitas produksi migas.
Dari puluhan karya ilmiah yang masuk, seluruhnya telah melalui proses seleksi yang panjang dan ketat, hingga akhirnya terpilih lima karya terbaik untuk menjadi finalis dan mempresentasikan karya inovasi mereka pada pagi hari ini.
Setelah melalui proses presentasi dan penilaian oleh dewan juri, terpilih tiga pemenang yang dinilai mampu menghadirkan gagasan inovatif dengan relevansi dan potensi penerapan yang kuat bagi industri migas. Ketiga pemenang tersebut sekaligus menjadi representasi dari berbagai gagasan inovatif yang dihadirkan dalam IAFMI Innovation Award 2026.
"Enhancing the Production Capacity of Pertamina Dex Through New Formulation and Modification of Product Facilities at Refinery Unit V Balikpapan" meraih juara pertama, disusul "Enhancing the Quality of Low-Value Slop Into New Product Light Intermedia (LIT) As Feedstock For TPPI Tuban Refinery Through "Sensation" Innovative Method At Pertamina Balongan Refinery To Support Pertamina's Profit Growth" sebagai juara kedua, serta "LIMITLESS: A Series Compressor Reconfiguration Strategy for Maximizing Oil and Gas Recovery from Mature Offshore Field" sebagai juara favorit.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut melalui Business Forum bertajuk "Memperkuat Ekosistem Industri Barang Operasional Fasilitas Produksi Migas untuk Mendukung Ketahanan Energi Nasional". Forum tersebut membahas penguatan ekosistem industri barang untuk mendukung operasional fasilitas produksi migas dan ketahanan energi nasional.
Forum Bisnis ini menghadirkan Hendra Gunawan, Direktur Pengembangan Program Minyak dan Gas Bumi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral; Eko Agus Nugroho, Direktur Industri Logam Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika; serta Dino Andrian, Head of Supply Chain Management Division SKK Migas.
Pembicara lainnya adalah Rudy Imran selaku Vice President Supply Chain Management & Information Management Technology INPEX Masela, Sandry Pasambuna selaku Chief Executive Officer PT Sucofindo, Rudiyanto selaku Ketua Guspenmigas, serta Harry Warganegara selaku Direktur Eksekutif Indonesian Iron & Steel Industry Association. Sementara itu, Batara Purba bertindak sebagai moderator.
Ketua FFPM 2026, Irfan Eka Wardhana, menyatakan bahwa penyelenggaraan forum ini berawal dari kebutuhan untuk memperkuat keterhubungan dalam industri migas. Menurutnya, sinergi antarsektor menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan energi nasional.
"Dinamika industri minyak dan gas bumi saat ini menuntut kita untuk memecah sekat-sekat operasional. FFPM 2026 secara khusus dirancang untuk menjembatani sinergi hulu dan hilir guna memastikan ketahanan energi nasional," ujar Irfan, dikutip pada Kamis (3/9/2026).
Selain itu, ia menyampaikan bahwa pembahasan FFPM 2026 juga mencakup keandalan fasilitas, efisiensi operasional, integrasi rantai pasok, pengelolaan persediaan bersama, serta optimalisasi infrastruktur penyimpanan yang terintegrasi. Forum tersebut menjadi ruang bagi regulator, operator, dan penyedia jasa untuk merumuskan solusi teknis yang dapat diterapkan dalam industri.
Ketua IAFMI, Luky A. Yusgiantoro, menyatakan bahwa FFPM telah menjadi wadah bagi praktisi industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan untuk membahas tantangan energi nasional sejak tahun 2018, dengan dukungan SKK Migas.
"FFPM 2026 menyediakan wadah untuk menyusun strategi komprehensif dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. Industri migas menghadapi kebutuhan untuk menjaga fasilitas yang telah menua agar tetap beroperasi secara aman dan efisien. Pengembangan infrastruktur baru juga diperlukan untuk mendukung pemanfaatan cadangan energi dengan memperhatikan anggaran dan waktu pelaksanaan proyek," kata Luky.
Pada akhirnya, rangkaian FFPM 2026 ditutup setelah berlangsung selama tiga hari. Melalui serangkaian pembahasan tersebut, forum ini diarahkan untuk memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan, serta mendorong penerapan solusi teknis dan penguatan ekosistem industri yang mendukung keandalan fasilitas produksi dan infrastruktur migas.
Langkah tersebut diharapkan dapat turut memperkuat kapasitas industri dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi dan mendukung pencapaian ketahanan energi nasional.
Ringkasan lengkap
Forum Fasilitas Produksi Migas (FFPM) 2026 sukses diselenggarakan di Jakarta selama tiga hari, dari 1 hingga 3 September 2026, dengan mengangkat tema "Memastikan Pasokan Energi Melalui Fasilitas Produksi dan Infrastruktur". Forum ini menjadi wadah penting bagi para pemangku kepentingan industri migas untuk membahas penguatan ketahanan energi nasional melalui fasilitas produksi dan infrastruktur pendukung. Rangkaian kegiatan meliputi IAFMI Innovation Award yang menghasilkan tiga pemenang inovasi relevan, serta Business Forum yang membahas penguatan ekosistem industri barang operasional migas. Ketua FFPM 2026, Irfan Eka Wardhana, menegaskan bahwa forum ini dirancang untuk menjembatani sinergi hulu dan hilir guna menjaga ketahanan energi nasional, sementara Ketua IAFMI, Luky A. Yusgiantoro, menyoroti peran forum sejak 2018 dalam mengatasi tantangan industri. Diharapkan forum ini memperkuat kolaborasi, mendorong solusi teknis, dan mendukung keberlanjutan pasokan energi.